Kenapa Film KKN di Desa Penari VIRAL? Berikut Ulasannya!

KKN Desa Penari Viral
Akhir akhir ini film kkn di desa penari menjadi hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Ternyata ini penyebab film tersebut viral.

Dukref News – Sekitar Juni 2019 lalu, berbagai sosial media dihebohkan dengan sebuah threat twitter tentang KKN Desa Penari.

Sebuah cuitan tweet ini menjadi viral dan menjadi trending topik di berbagai media sosial. Cuitan yang dibuat oleh pemilik akun @simpleman ini menuai banyak sorotan. Hingga saat ini, Tweet tersebut mendapat 75rb Retweet, 200rb Likes, dan 15rb Balasan.

Tweet ini menceritakan sebuah pengalaman sekelompok orang selama menjalankan KKN di sebuah Desa Penari. Berawal dari Widya, yang mengajukan Proposal KKN ke Desa Tersebut dengan persepakatan Bima, Nur, Ayu, Wahyu dan Anton, akhirnya pergi melaksanakan KKN di Desa tersebut. Dari sanalah sejumlah kisah ganjil terjadi kepada mereka. Tweet selengkapnya bisa cek pada pencahariaan KKN Desa Penari.

Menuai banyak pembaca hingga menjadi trending, membuat threat ini dibicarakan dimana-mana, salah satunya youtube Raditya Dika yang kembali membahas threat tersebut. Ada Pula Nessie Judge yang mempertanyakan kebenarannya. Karena begitu trendingnya cerita ini, maka MD Entertaiment menjadikannya sebuah film.

Cerita film diawali dengan sekelompok mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di sebuah desa. Mereka adalah Tissa Biani sebagai Nur, Adinda Thomas sebagai Widya, Aghniny Haque sebagai Ayu, Ahmad Megantara sebagai Bima, Calvin Jeremy sebagai Anton, dan Fajar Nugraha sebagai Wahyu. Film ini meraih lebih dari 8 juta penonton, merupakan film terlaris peringkat pertama di Indonesia mampu mengalahkan Film Warkop.

Berikut ini alasan mengapa film KKN meraih penonton terbanyak :

1. Karena Tingginya Antusias Masyarakat Medsos Terhadap Threat Twitter

Karena cuitan tweet dari simpleman tersebut, membuat masyarakat di media sosial menantikan film tersebut. Cuitan tersebut juga berhasil membuat pembaca berimajinasi membayangkan tiap-tiap kejadiannya.

Thread KKN Viral pada Agustus 2019 dan filmnya siap dirilis pada Maret 2020. Artinya hanya butuh waktu sekitar enam bulan untuk pra produksi, produksi sampai pasca produksi. Sebuah gerakan yang cepat untuk pembuatan film horor.

Mengetahui bahwa threat tersebut dijadikan film, masyarakat media sosial dibuat semakin penasaran. Karena ekspektasi masyarakat sangat tinggi terhadap film tersebut.

2. Ketertarikan Terhadap Genre Horor

Saat ini, genre yang berbau horor sangat digandrungi atau diminati oleh masyarakat. Tema horor pada sebuah media baik itu film, tulis, dll menjadi sebuah pasar di mana sumber-sumber di dalamnya tidak akan habis karena dapat digali secara terus-menerus. Ketika pasarnya tersedia, maka film horor akan selalu ditonton oleh banyak orang.

Selain itu, film horor cenderung tidak memerlukan usaha berpikir, berbeda dengan film yang lainnya. Hal tersebut juga menjadi sebab mengapa film horor digemari banyak orang.

3. Karena film yang sering ditunda

Entah karena strategi marketing atau karena hal lain, Film ini mengalami penundaan terus-menerus. Awal gosip film akan release pada Maret 2020 akan tetapi keadaan pandemi membuat Manoj Punjabi sebagai produser film mengundurkan penayangan. Dikarenakan bioskop yang ditutup dan hal ekonomi lainnya.

Setelah itu, kembali pihak MD mengumumkan akan merelease film tersebut pada Februari 2022 namun pihak MD terpaksa mengundurkan jadwal filmnya.

Hal ini, diungkap oleh Manoj Punjabi yang memanfaatkan momentum trendingnya Film Layangan Putus yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Anya Geraldine untuk film baru mereka Garis Waktu. Hingga menyebabkan, ditundanya film KKN Desa Penari.

Merasa banyaknya fans atau penggemar yang kecewa karena sering ditundanya film tersebut. Manoj Punjabi mengumumkan release film pada April atau pada saat weekend lebaran. Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat. Selain karena sudah kondusif, juga karena banyaknya penggemar yang menanti-menanti film ini.

Film ini perilisannya tertunda selama dua tahun lamanya, menjadikannya begitu ditunggu-tunggu kehadirannya. Dua tahun pula bioskop di Indonesia begitu lesu karena adanya pembatasan saat pandemi. Bioskop mulai agak ramai ketika Spider-Man: No Way Home dirilis.

Film KKN ini pintarnya dirilis pas saat libur lebaran, ketika mobilitas warga dibebaskan, ketika masyarakat sudah rindu bioskop, ketika masyarakat punya banyak uang THR. Benar saja, di bioskop orang-orang begitu membludak ditambah lagi dengan perilisan Dr Strange in The Multiverse of Madness. Kursi penonton selalu penuh dan banyak yang tidak kebagian tiket. Orang-orang tak peduli dengan kualitas yang direview oleh para pengulas film dan lebih karena FOMO saja. Makanya review jelek tidak bepengaruh.

Ditulis oleh Juriah Ristiani Sapitri, Member Dukref Production

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.