Hambatan Dalam Terciptanya Printing Offset

hambatan printing offset
Dalam dunia industri percetakan tentunya kita harus memberikan hasil cetakan yang berkualitas dan baik.

Dalam dunia industri percetakan tentunya kita harus memberikan hasil cetakan yang berkualitas dan baik. Terkadang juga banyak permintaan dari pelanggan sehingga teknisi/produksi harus lebih teliti dan lebih teliti lagi dengan hasil cetakannya sendiri. 

Tuntutan konsumen tersebut berdampak besar terhadap kinerja perusahaan, yaitu tetap harus mampu menghasilkan kualitas sesuai komitmen dengan konsumen, menyelesaikan pesanan tepat waktu, dan akhirnya mampu berproduksi secara efektif dan efisien sehingga dapat menekan biaya produksi. 

Read More

Up-to-date dan dengan presisi tinggi adalah suatu keharusan. Tanpa presisi tinggi, mesin produksi grafis tidak akan mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan sering terjadi kendala dalam proses pencetakan. 

Terkadang mesin yang tidak dirawat dengan baik atau penggunaan alat bantu cetak yang tidak berkualitas akan berdampak pada kualitas yang dihasilkan bahkan hal ini dapat berdampak pada jalannya operasi pencetakan. Berikut ini akan kita bahas beberapa hambatan yang sering terjadi di printing offset, antara lain:

Apa Saja Hambatan Dalam Terciptanya Printing Offset?

1. Keseimbangan antara air dan tinta 

Keseimbangan air dan tinta merupakan hal yang sensitif meskipun merupakan hal terpenting dalam teknik cetak offset basah. Cara mendapatkan keseimbangan antara air dan tinta selama proses produksi, dilakukan pada awal transportasi kertas/feeder pertama harus lancar dan stabil.

2. Pemasangan Plat

setiap pelat lembaran untuk setiap warna harus dipasang persis di posisi yang sama. Untuk itu diperlukan sistem punch register yang dapat menjamin posisi plat yang tepat.

3. Film pemasangan

Dalam teknologi konvensional, kegiatan ini berperan penting dalam memperoleh akurasi cetak, karena kesempurnaan film pemasangan sangat menentukan posisi gambar pada pelat. Sesuai dengan perkembangan teknologi dengan maraknya penggunaan computer to plate (CTP), kegiatan pemasangan ini telah terintegrasi ke dalam perangkat komputer.

4. Pengembangan kertas

Pengembangan kertas menjadi masalah produksi yang agak sulit diatasi karena perubahan ukuran kertas yang disebabkan oleh perkembangan kertas tidak sama, sehingga sulit untuk menentukan solusinya. Arah serat kertas yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab kertas membengkak.

5. Ubah bentuk dan ukuran titik raster / dot-gain

Masalah utama yang agak sulit diatasi adalah mengontrol ukuran, bentuk dan ukuran titik raster selama proses produksi, karena titik raster ini menentukan ketebalan dan ukuran warna yang dihasilkan. 

Jika terjadi perubahan titik raster pada bentuk dan ukurannya, maka ketebalan warna yang dihasilkan juga akan berubah. Dot gain ini dapat terjadi pada setiap tahapan produksi, mulai dari tahapan pre-press (teknologi konvensional: pembuatan film, pembuatan plat).

Kesalahan atau kerusakan sering menjadi kendala dalam beberapa proses pencetakan, begitu juga dalam proses pencetakan menggunakan mesin offset ini. Namun tentunya segala kerusakan atau masalah yang terjadi dapat kita atasi. Pertama kita perlu mempelajari kerusakannya, lalu kita bisa memperbaikinya.

Masalah yang sering kita jumpai dulu biasanya disebut Ghosting. Kita dapat mengidentifikasi masalah ini dengan munculnya bayangan di area gambar yang dicetak. Hal ini dapat terjadi karena emulsifikasi tinta, dan ketidakseimbangan antara air dan tinta.

Yang kedua adalah Hickies, yaitu adanya noda yang terlihat seperti cincin di area gambar beton. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain dan bisa jadi karena tinta yang masuk ke tangki tinta.

Miss register merupakan masalah yang muncul karena ketidaktepatan pencetakan antara satu warna dengan warna lainnya. Hal ini dapat terjadi karena kertas angkut, film separasi yang tidak terdaftar dan lain-lain.

Moire adalah efek pola seperti hasil dari perbedaan sudut kotak halftone yang salah yang terjadi pada gambar yang dicetak. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan ketika kita memindai model beton. Untuk mengatasinya, saat melakukan scanning, aktifkan opsi “descreening” pada software scanner atau istilah lain yang sering disebut dengan “defocus”.

Dot Gain, kesalahan ini disebabkan oleh perbedaan antara halftone/titik pada film/plat nilai dan halftone/titik pada beton (perbesaran titik raster). Terjadinya Dot Gain pada beton merupakan hal yang wajar, namun nilai dotgain harus sesuai dengan peraturan yang ada.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *