Kisah Romantis dan Dramatis Sepanjang Zaman

kisah romantis dan dramatis
Pada zaman dulu sudah ada kisah romantis dan dramatis yang tak kalah dengan cerita di film layar lebar maupun televisi rumahmu.

Tahukah kamu kalau ada kisah romantis sepanjang zaman?

Kisah Romantis sepanjang zaman ini dimiliki oleh Nabi dan Manusia pertama, Adam a.s dengan pasangannya, Siti Hawa. Kenapa? Karena tidak pernah membahas soal mantan.

Selain romantis, ternyata kisah mereka berdua juga ternyata kisah paling dramatis, lho!

Bagaimana sih kisahnya?

Yuk simak kisahnya yang disajikan untuk kawan DukrefNews!

Kisah cinta satu ini pasti banyak diketahui oleh berbagai umat beragama, berbagai kalangan, bahkan di berbagai belahan dunia. Kisah cinta yang tidak pernah membicarakan soal mantan ini menjadi kisah paling fenomenal sampai akhir hayat. Selain romantis, kisah ini menjadi kisah paling dramatis.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa, Nabi Adam a.s adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. tanpa adanya ayah dan ibu. Nabi Adam a.s diciptakan dari segumpal tanah dalam bentuk  sebaik-baiknya. Kemudian Tuhan menyuruh penduduk untuk bersujud pada Adam a.s. Malaikat-pun bersujud, kecuali Iblis karena merasa lebih tinggi dan lebih mulia dari Adam. “Aku diciptakan dari api, sedang Adam dari tanah, Api lebih mulia dari tanah!”

Singkat cerita, Adam merasa kesepian karena sendiri. Kemudian Allah menyempurnakannya dengan menghadirkan Pasangan yang Dia ciptakan dari tulang rusuknya. Merekapun hidup bahagia dan tentram di Surga-Nya.

Mereka dibebaskan hidup di Surga oleh Allah SWT. Akan tetapi, Allah melarang mereka memakan buah khuldi.

Iblis yang tidak mau bersujud dan mengakui bahwa Adam adalah makhluk yang mulia, lantas menghasut Adam dan Hawa untuk melanggar perintah Tuhan-Nya.

Akibat godaan setan yang begitu kuat pada akhirnya Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa luluh dan memakan buah khuldi tersebut. Setelah memakan buah khuldi, Nabi dan Siti Hawa menyadari kesalahan mereka. Keduanya pun memohon ampun dan menyesali perbuatan mereka kepada Allah Swt.. Mengetahui kejadian tersebut, Allah Swt. murka dan memerintahkan mereka untuk keluar dari surga-Nya.

Meskipun Adam dan Hawa telah bertaubat, Allah tetap memberikan hukuman pada mereka dengan turun ke bumi. Nabi Adam dan Hawa tidak diturunkan pada tempat yang sama. Nabi Adam diturunkan di puncak bukit Sri Pada di daerah Srilanka. Sedangkan Hawa diturunkan di daerah Arab. Selama kurang lebih 300 tahun mereka berpisah

Setiap hari, keduanya juga saling mencari satu sama lain dan berdoa dengan tulus serta ikhlas kepada Tuhan agar keduanya dipertemukan kembali. Sebuah penantian panjang dari rasa kesepian yang cukup lama akibat terpisah dari tulang rusuknya tersebut, akhirnya keduanya dipertemukan kembali oleh Tuhan di Jabal Rahmah.

Ya, Jabal Rahmah. Sebuah bukit kasih sayang, bukit penantian, bukit kerinduan dan bukit pengorbanan dari kisah pertemuan sepasang manusia yang paling bersejarah di seluruh permukaan bumi.

Karena kesungguhannya mereka saling mencari satu sama lain, kesungguhannya mereka untuk bertaubat, dan kelapangan hatinya. Mereka dipertemukan kembali. Setelah penantian panjang, perjuangan yang begitu hebat, dan do’a ikhlas yang tak pernah ada putusnya, maka Allah SWT. mempersatukan kembali cinta mereka dan mempertemukannya di tempat paling mulia.

Dramatis sekali, bukan?

Dari sini kita dapat belajar bahwa semua manusia pasti bisa dan pernah melakukan sebuah kesalahan. Akui dan meminta ampun lah kita pada sang Pencipta. Dia lah maha mendengar, maha melihat dan maha mengetahui apa-apa yang bahkan tak kita ketahui. Tapi, kita juga harus ingat bahwa Tuhan-lah yang maha pengampun, maha pengasih lagi Maha penyayang.

Karena manusia adalah gudangnya salah dan dosa. Maka, kita pun harus saling memaafkan sesama manusia. Dari kisah ini pun, kita selalu diajarkan apa itu ikhlas.

Itulah cinta, selain doa yang selalu membantu kita menjaga orang yang kita cintai, kita pun harus melakukan segala sesuatu yang ikhlas dan doa yang kuat.

Namun, jika semua doa dan ikhlas belum berbuah manis. Kita tak perlu khawatir. Allah SWT. akan memberi apa yang kita butuhkan itu pada waktu yang paling tepat, pada waktu yang paling baik dan cara yang paling mulia. Tugas kita di dunia hanya cukup berbuat baik saja, berdoa, tawakal dan ikhlas. Selebihnya, Allah SWT lebih mengetahui apa yang kita tidak ketahui.

Ditulis oleh Juriah Ristiani Sapitri, Member Dukref Production

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.