Sehat Dengan Penuh Tawa

tertawa agar sehat
Tertawalah untuk menyehatkan pikiran dan jiwa. Tertawa menenangkan pikiranmu agar tidak dipusingkan. Tertawa itu sehat dengan penuh tawa.

Dukref News – Tertawa, sepintas terdengar sangat familiar di telinga kita. Semua orang mungkin sudah tahu apa itu tertawa. Tertawa merupakan ekspresi dari sesuatu yang kita rasakan seperti gembira, senang, geli, dan lain sebagainya. Pada dasarnya tertawa itu merupakan kebiasaan manusia sejak kecil bahkan menjadi alat komunikasi yang baik ketika merespon berbagai hal sebelum anak-anak bisa bicara.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab tertawa, di antaranya ingin menguasai atau melebihi orang lain, bermaksud mengejek, bahagia melihat keberhasilan, melihat atau mendengar humor yang menggelikan dan ingin menutupi kelemahan.

Selain itu tertawa juga dapat diundang dengan cara membayangkan kejadian-kejadian, cerita-cerita, atau kata-kata yang memuat unsur jenaka atau bisa memakai stimulasi atau cara yang bisa membangkitkan energi tawa, misalnya dengan hipnoterapi (hipnotis), dan dapat pula melalui sentuhan-sentuhan listrik berenergi mikro (tertawa dibangkitkan dengan cara “menyentuh” beberapa organ otak tertentu).Ditinjau dari sisi biologis tertawa merupakan ekspresi jiwa atau emosional yang diperlihatkan melalui raut muka dan bunyi-bunyian tertentu.Walaupun demikian, tertawa bukanlah sebatas pengertian tersebut. 

Diriwayatkan dari Al-Haitami bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: bertasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) di jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah”.

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa salah satu sumber kebaikan adalah tertawa kepada saudara kita. Jadi dengan tertawa kita telah mendapatkan sebuah pahala. Tidak hanya itu, tertawa memiliki beberapa manfaat bagi manusia.

Ada beberapa fakta yang perlu  kita ketahui tetang tertawa. Berikut beberapa fakta menarik tentang tertawa:

1. Tertawa adalah olah raga

Gambaran fisik orang tertawa ada dua hal, yaitu visual dan phonic. Visual adalah gerakan muka, sedangkan phonic adalah bunyi yang dikeluarkan ketika tertawa. Selama kita tertawa, jelas banyak terjadi perubahan pada bagian tubuh kita. Sebab, dengan tertawa, lima belas otot muka berkontraksi, terutama otot mulut. Sebenarnya, tidak hanya otot muka dan mulut yang berkontraksi saat tertawa. Ketika kita tertawa lepas, seluruh elemen tubuh pun aktif, mulai dari telinga, otot, otak, hingga sendi-sendi tubuh. Itulah sebabnya tertawa menjadi alternatif pijatan yang baik bagi otot diafragma dan usus halus. 

Tertawa merupakan tindakan fisik. Sebab, wajah, perut, dan pernapasan kita bergerak serentak. Dengan tertawa, kita mengalami peregangan otot, peningkatan denyut nadi, dan penyebaran oksigen ke semua jaringan dalam tubuh. Aktivitas itulah yang akan melancarkan darah kita, yang berperan dalam mendistribusikan karbohidrat dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Selain itu tertawa juga mampu menguatkan diafragma dan otot di bawah paru-paru. Ketika tertawa, bagian organ tubuh tersebut terasa bergerak. Otot bagian paru-paru ini memompa dan mengisi paru-paru dengan udara. Sehingga, dengan tertawa, akan mempercepat aliran oksigen ke paru-paru. Namun meskipun tertawa memiliki manfaat bagi paru-paru, hendaknya jangan berlebihan ketika tertawa. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Selaras dengan yang diceritakan oleh Aisyah RA. “Tidak pernah saya melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau dengan tersenyum”. (HR. Bukhari). 

Tetawa juga dianggap sebagai olahraga plus. Karena tertawa mempunyai kelebihan dari pada sekedar olahraga. Dalam kondisi tertawa inilah, beberapa hormon bahagia akan terpacu, yaitu dopamine dan endorphin, yang menjalar ke seluruh tubuh. Selain itu, tertawa juga dapat membakar kalori. Dalam sebuah penelitian dinyatakan bahwa apabila kita tertawa selama 15 menit, maka akan membakar 40 kalori atau sama dengan mengangkat beban selama 10 menit.

2. Tertawa dapat meningkatkan kekebalan tubuh

Sistem kekebalan atau imun merupakan sistem pertahanan manusia terhadap molekul asing, atau serangan dari berbagai mikroorganisme, seperti virus dan bakteri. Bagaimana hubungan sistem imun dengan tertawa? Mengenai ini, Berg dan Tan melakukan penelitian tentang hubungan tertawa dengan sistem kekebalan. Mereka menunjukkan hasil bahwa telah terjadi peningkatan IFN (Iinterferongamma) sebuah zat yang mengaktifkan sel T, sel B, antibodi, dan sel-sel penghilang rasa nyeri, bahkan penelitian yang dilakukan mereka menunjukkan dampak positif tertawa terhadap penanggulangan kanker.

3. Mengurangi tekanan darah tinggi

Hasil percobaan menunjukkan bahwa mengikuti sesi tertawa selama 10 menit terbukti bisa menurunkan tekanan darah sebanyak 10-20 mm tekanan.

4. Penghilang rasa sakit alami

Tertawa bisa meningkatkan jumlah endorphin, endorphin yang dilepaskan saat tertawa membantu mengurangi intensitas rasa sakit pada orang-orang radang sendi dan kekakuan pada otot-otot, serta sebagai penghilang rasa sakit alami di dalam tubuh. Norman Cousins, seorang jurnalis dari Amerika Serikat, yang menderita sakit tulang belakang mengalami perbaikan setelah mengikuti terapi tertawa.

5. Sebagai alat pijat bagi organ dalam

Tertawa bisa meningkatkan suplai darah. Tertawapun dapat menjadi pijatan terbaik bagi usus halus. Selain itu, tertawa juga membantu agar usus mampu bergerak dengan benar, melatih otot-otot perut dan membantu mengencangkan perut.

6. Terlihat awet muda

Tertawa merupakan olah raga terbaik bagi otot-otot wajah. Tertawa bisa mengencangkan otot wajah dan meningkatkan ekspresi wajah. Saat tertawa, wajah memerah karena peningkatan suplai darah di dalam tubuh yang sekaligus akan menutrisi kulit wajah dan membuat kulit lebih bersinar, juga akan menekan kelenjar air mata yang akan melembabkan mata dan membuat mata lebih bersinar.

Sehat dalam tawa? Jelas mungkin. Refleksi wajah penuh keajaiban. Tak lagi beringsut dengan olesan krim dan balutan spa. Karena hidup itu realis, dan butuh pada hal yang bentuknya alamiah. Kontras pula dengan substansi masyarakat yang konsumtif terhadap produk instan.

Ditulis oleh: Moh. Abdul Majid

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.