Ujian Mudah, Siapapun Bisa melewatinya

ujian mudah dilewati

Dukref News – Ujian Mudah, Siapapun Bisa Melewatinya – Pergantian tahun ajaran baru kian dekat. Ujian akhir di berbagai jenjang pendidikan satu demi satu mulai digelar. Aneka persiapan para pelajar dalam menghadapi ujian mulai diterapkan, seperti mengikuti les tambahan atau belajar kelompok bersama teman-teman.

Fenomena ini kerap kali terasa menjelang ujian ataupun tes yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Dimana persiapan yang kurang matang akan menjadi batu sandungan untuk lolos tes atau berhasil mendapatkan nilai ujuan yang memuaskan.

Setiap pelajar tentunya ingin berhasil. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola belajar yang baik demi kesuksesan tes maupun ujian. Berikut ini beberapa langkah persiapan yang bisa diterapkan untuk menunjang keberhasilan saat ujian;

1. Atur waktu belajar dengan tepat

Belajar adalah bagian dari aktivitas manusia dalam menambah wawasan dan pengetahuannya. Sama halnya dengan pekerjaan lain, belajar juga memiliki intensitas waktu tertentu yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Namun, tidak ada patokan khusus kapan waktu belajar yang tepat dan berlaku umum bagi semua orang. Tipikal waktu belajar yang ideal bagi setiap individu berbeda-beda. Ada yang senang belajar malam hari di waktu yang sunyi, saat orang lain terlelap ia sibuk belajar. Ada pula yang senang belajar di waktu pagi atau selepas subuh, dikarenakan hawa yang sejuk saat itu mendukung konsentrasi belajar. Bahkan ada pula yang senang belajar siang hari, dengan alasan mudah bertanya kepada orang lain bila ada yang tidak dimengerti. 

Waktu-waktu belajar yang beraneka ragam tersebut haruslah diukur berdasarkan mood yang dapat mendukung konsentrasi dalam belajar. Waktu belajar yang tidak menentu akan berpengaruh pada tingkat kepekaan otak, karena tidak siap untuk menerima pengetahuan yang didapat saat belajar. Di samping itu, konsistensi waktu – atau istiqamah dalam bahasa agama – dalam belajar merupakan bagian dari interpretasi sikap disiplin yang akan berbuah kebaikan maupun pahala.

2. Tidak Memakai Sistem ‘Kebut Semalam’

Tidak masuk akal baik secara teoritis maupun fakta empiris ketika bahan pengetahuan yang dipelajari selama 1 semester akan dapat dikuasai hanya dalam waktu satu malam. Hal ini banyak dijumpai bagi pelajar-pelajar yang tidak konsisten belajar setiap hari. Mereka akan bersikap biasa-biasa saja di awal semester, bahkan tanpa persiapan apapun meski tes atau ujian tinggal beberapa minggu lagi. Sehingga, menjelang H-1 pelaksanaan ujian atau tes, sistem kebut semalam akan diterapkan. 

Oleh karena itu, pastikan untuk tidak selalu menunda-nunda waktu untuk belajar. Sesuai amanat pendidikan nasional yakni “pendidikan sepanjang hayat”, proses belajar dan menambah wawasan harus selalu rutin dilakukan setiap hari. Otak manusia memiliki keterbatasan dalam menerima ilmu pengetahuan. Segudang materi tidak akan mampu dilahap dalam satu kali kesempatan belajar. Ibarat orang menabung, tabungan ilmu pengetahuan ke dalam otak harus dicicil sedikit demi sedikit setiap harinya agar tidak membebani kerja otak. Dengan tahapan proses seperti itu, tabungan pengetahuan di penghujung semester nantinya akan terisi penuh.

3. Senantiasa menjaga kesehatan

Keberhasilan dalam ujian tidak hanya terfokus pada teknik belajar yang baik saja. Kesehatan fisik, mental, dan spiritual juga penting diperhatikan. Kaitannya dengan fisik, seseorang yang fisiknya terganggu akan mengalami penurunan konsentrasi baik saat belajar maupun ketika mengikuti tes ataupun ujian. Sehingga, mengkonsumsi makanan-makanan bergizi dan teratur, istirahat yang cukup, serta olahraga secara rutin harus dibiasakan. Dalam sebuah kalam Arab disebutkan;

الْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِي جِسْمِ السَّلِيْمِ

“Akal yang sehat, berada di badan yang sehat”

Sementara dalam persoalan mental, kesehatan psikis seorang pelajar juga harus dijaga. Hindari hal-hal yang dapat memicu ledakan perasaan yang menjadi gangguan dalam belajar. Oleh karenanya, kurangi kedekatan dengan lawan jenis terutama bagi kalangan remaja awal yang masih labil dalam urusan perasaan. Contoh kecilnya seperti ketika perasaan merasa tidak mood di saat pasangan berkhianat atau melakukan tindakan tidak menyenangkan (toxic relationship). Jika hal demikian terjadi, sudah bisa dipastikan minat belajar akan menurun dan mengakibatkan kegagalan dalam ujian.

Selain fisik dan mental, kesehatan spiritual juga tidak kalah urgen. Seseorang yang dekat dengan tuhannya akan senantiasa diberikan kedamaian dalam hatinya dan dipermudah segala urusannya. Sebab, sejauh apapun manusia berusaha, takdir tetap berada di tangan Allah Swt. Allah tidak akan mengingkari janjinya. Selagi manusia berusaha, Allah akan memberikan jalan terbaik untuk keberhasilannya.

Ditulis oleh: Moh. Abdul Majid

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.